Orang Buta dan Gajah

Mulyadi MKD - Alkisah,
terdapat 6 orang buta yang diminta untuk memegang seekor gajah. Orang
buta pertama mendekati gajah lalu memegang gadingnya. Kemudian saat
ditanya seperti apakah gajah itu, orang buta yang pertama menjawab, “Gajah itu seperti tombak yang tajam.” Lalu orang buta kedua juga ikut mendekati gajah dan memegang belalainya. Orang buta kedua ini berkata “Gajah itu seperti ular yang besar.”
Tidak lama orang buta ketiga mendekati sang gajah, memegang kaki sang gajah dan berkomentar, “Gajah itu seperti pohon.” Orang buta keempat juga mendekat gajah dan memegang telinga sang gajah. Dia berkata, “Gajah itu seperti kipas, tipis dan lentur.” Orang buta kelima juga mendekat gajah dan memegang bagian perut, lalu berkomentar “Gajah itu seperti dinding yang besar dan kuat.” Terakhir, orang buta keenam ikut memegang gajah dan mendapati ekornya yang mengibas-ngibas dan berkata, “Gajah itu seperti tali tambang.”
Dari
keenam jawaban itu, manakah yang benar? Sudah tentu bagi kita yang
dapat melihat sempurna hanya bisa tersenyum sambil berpikir bahwa keenam
jawaban orang buta itu memang semuanya benar, karena mereka semua
memegang benda yang sama yaitu sang gajah. Hanya mereka memegang di
bagian yang berbeda. Di satu sisi, gajah bisa terasa seperti pohon saat
kita memegang kakinya yang besar dan bertekstur kasar, namun di sisi
lain gajah juga bisa terasa seperti tali tambang bila kita memegang
bagian ekornya.

Masalahnya
di sini adalah bahwa orang buta tersebut hanya memegang salah satu
bagian dari gajah yang besar, dan tidak dapat melihat seluruh gajah itu
secara keseluruhan. Cara pandang memang merupakan hal yang sangat
penting di dalam kehidupan. Seringkali kita menemukan permasalahan
(gajah) yang terjadi bukanlah sesuatu yang pelik, tetapi disebabkan
karena adanya perbedaan sudut pandang.
Yang satu melihat sang “gajah” itu dari depan sehingga hanya melihat belalai, dan yang lain melihat sang “gajah”
dari belakang sehingga hanya melihat bagian ekor saja. Hingga tidak
akan pernah dapat dihasilkan sebuah keputusan yang memberikan benefit
bagi kedua pihak, karena masing-masing melihat hal berbeda di dalam 1
masalah (gajah) yang sama.
Kita perlu melihat setiap masalah yang terjadi dengan “Helicopter view”,
yaitu melihat masalah dari sudut pandang yang lebih luas. Hal ini dapat
membuat kita melihat masalah secara utuh, yaitu dari sudut kepentingan
kita, terutama dari sudut kepentingan orang lain. Konon, bila kita bisa
mengerti rahasia ini, seluruh masalah yang kita hadapi saat ini akan
dapat lebih mudah untuk diatasi.
Mungkin
ada sebagian dari Anda pernah mendengar cerita di atas. Namun, lebih
penting dari sekedar memahami konsep adalah bagaimana kita dapat
melakukannya di dalam pekerjaan kita sehari-hari. Bisa jadi banyaknya
ilmu maupun leadership skill yang kita pelajari, hanya berakhir di
kepala kita, tanpa memberikan kesempatan kepada orang lain untuk
merasakan manfaatnya. Mari kita bersama-sama hidup dalam keharmonisan
dengan saling memahami satu dengan yang lain.
*Dari berbagai sumber : Mulyadi MKD
Agree?
See you.. ^_^
Orang Buta dan Gajah
Reviewed by Juragan Bakso
on
January 10, 2018
Rating:
Reviewed by Juragan Bakso
on
January 10, 2018
Rating:

No comments